
Halo, sobat! Jika kamu sedang merencanakan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau mengincar beasiswa bergengsi seperti LPDP, memahami istilah TOEFL adalah langkah awal yang sangat krusial. Sertifikat tes kemampuan bahasa Inggris akademik ini kerap menjadi syarat administratif utama yang wajib dilampirkan saat pendaftaran. Namun, bagi kamu yang baru mulai belajar dari nol, banyaknya istilah format tes, perbedaan jenis sertifikat, hingga perubahan sistem skor terbaru mungkin terasa membingungkan. Jangan khawatir! Sebagai panduan komprehensif, artikel ini dirancang khusus untuk memandu pemula memahami konsep dasar TOEFL dari nol secara akurat, praktis, dan mudah dipahami.
1. Mengenal Apa Itu TOEFL dan Lembaga Resmi Penyelenggaranya
TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language, yaitu tes kecakapan bahasa Inggris standar internasional yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa dalam konteks akademik. Penerbit dan penyelenggara resmi tes TOEFL di seluruh dunia adalah Educational Testing Service (ETS), sebuah lembaga riset dan penilaian pendidikan non-profit yang berbasis di Amerika Serikat.
Tujuan utama dari tes TOEFL adalah untuk menilai sejauh mana kemampuan penutur asli non-bahasa Inggris (non-native speakers) dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris tingkat perguruan tinggi. Hasil tes ini diakui oleh puluhan ribu universitas, lembaga beasiswa, dan instansi pemerintah di seluruh dunia untuk memastikan calon mahasiswa atau penerima beasiswa siap mengikuti kegiatan akademik berbahasa Inggris.
2. Jenis Format Tes TOEFL yang Perlu Kamu Ketahui

ETS menyediakan beberapa format tes TOEFL dengan metode pelaksanaan dan peruntukan yang berbeda. Tiga format utama yang wajib diketahui oleh pemula meliputi:
- TOEFL iBT (Internet-based Test): Format utama tes TOEFL berskala internasional yang diselenggarakan secara online berbasis komputer. Tes ini menguji empat keterampilan bahasa secara menyeluruh, yaitu membaca (Reading), mendengarkan (Listening), berbicara (Speaking), dan menulis (Writing).
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program): Format tes berbasis kertas (paper-based) yang umumnya menguji keterampilan Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Tes ini biasanya digunakan untuk evaluasi internal perguruan tinggi, pemetaan kemampuan, atau seleksi beasiswa dalam negeri.
- TOEFL Essentials: Format tes berdurasi lebih pendek dengan pendekatan adaptif yang menggabungkan bahasa Inggris akademik dan umum, dinilai menggunakan skala skor 1 hingga 12.
Berikut adalah perbandingan ringkas antara jenis format TOEFL dan karakteristik utamanya:
| Jenis Format TOEFL | Karakteristik Utama |
| TOEFL iBT | Format berbasis komputer/online berskala internasional yang menguji 4 keterampilan (Reading, Listening, Speaking, dan Writing). |
| TOEFL ITP | Format berbasis kertas (paper-based) yang menguji Listening, Structure, dan Reading untuk keperluan institusional atau seleksi dalam negeri. |
| TOEFL Essentials | Format tes berdurasi lebih pendek dengan skala nilai 1–12 yang menggabungkan konteks umum dan akademik. |
3. Perubahan Sistem Skor TOEFL iBT dan Kesetaraan Skala CEFR
Kabar terbaru dan sangat penting untuk diketahui: per tanggal 21 Januari 2026, ETS secara resmi memperbarui sistem penilaian TOEFL iBT. Skala lama yang bernilai total 0–120 poin kini digantikan oleh skala baru bernilai 1–6 (dengan kelipatan 0,5 poin). Sistem penilaian baru ini dirancang langsung oleh ETS agar selaras penuh dengan standar kecakapan bahasa Eropa, yaitu Common European Framework of Reference (CEFR) dari level A1 hingga C2.
Mengapa ETS Mengubah Sistem Skor Ini?
Pada sistem lama (0–120), nilai total diperoleh dari penjumlahan skor empat komponen keterampilan (masing-masing 0–30 poin). Namun, riset historis ETS (tahun 2008 dan 2015) hanya menerbitkan nilai ambang batas (cut scores) resmi untuk level B1, B2, dan C1—tanpa ada ambang batas resmi untuk level A1, A2, maupun C2. Sistem baru skala 1–6 ini hadir untuk menutup celah tersebut sehingga mencakup seluruh spektrum CEFR (A1–C2) secara langsung.
Selain itu, cara penghitungan skor keseluruhan (overall score) juga berubah: jika sebelumnya menggunakan penjumlahan, kini skor keseluruhan dihitung berdasarkan rata-rata dari empat keterampilan (Reading, Listening, Speaking, Writing) yang dibulatkan ke setengah poin terdekat.
Masa transisi pembaruan ini berlangsung hingga sekitar Januari 2028, di mana lembar sertifikat (score report) mencantumkan kedua skala skor tersebut secara berdampingan.
Tabel berikut menunjukkan pemetaan resmi antara tingkat CEFR dan skor TOEFL iBT sistem baru (skala 1–6):
| Tingkat CEFR | Skor TOEFL iBT Sistem Baru (Reading, Listening, Writing, Speaking, & Overall) |
| C2 | 6 |
| C1 | 5 – 5.5 |
| B2 | 4 – 4.5 |
| B1 | 3 – 3.5 |
| A2 | 2 – 2.5 |
| A1 | 1 – 1.5 |
Untuk membantu memahami konversinya, ETS memastikan adanya kontinuitas penuh antara skala baru (1–6), level CEFR, dan kesetaraan poin pada skala lama (0–120):
| Skor Sistem Baru (1–6) | Level CEFR | Poin Kesetaraan Skala Lama (0–120) |
| 6 | C2 | 114+ |
| 5 | C1 | 95+ |
| 4 | B2 | 72+ |
4. Pemanfaatan TOEFL untuk Beasiswa dan Studi (Contoh Kasus LPDP)
Mengapa kamu perlu memahami kedua sistem skor di atas? Selama masa transisi (2026–2028), universitas tujuan maupun penyelenggara beasiswa—seperti Beasiswa LPDP—mungkin mencantumkan persyaratan dalam format poin lama (misalnya TOEFL iBT 80 atau 94) atau standar skala baru. Dengan memahami tabel kesetaraan di atas, kamu tidak perlu panik saat membaca persyaratan pendaftaran.
Sebagai gambaran nyata bagi pemula, berikut adalah ketentuan syarat minimal skor bahasa Inggris pada pendaftaran Beasiswa LPDP (seperti pada skema Beasiswa SHARE) untuk kriteria umum:
| Jenjang dan Tujuan Studi | Syarat Minimal Skor TOEFL (Pendaftaran Umum) |
| Magister Dalam Negeri | Minimal TOEFL ITP 500 / TOEFL iBT 61 |
| Magister Luar Negeri | Minimal TOEFL iBT 80 |
| Doktor Dalam Negeri | Minimal TOEFL ITP 530 / TOEFL iBT 70 |
| Doktor Luar Negeri | Minimal TOEFL iBT 94 |
Ketentuan Penting Terkait TOEFL ITP dan Beasiswa

Bagi kamu yang berencana mendaftar beasiswa atau perguruan tinggi, perhatikan dua aturan krusial berikut:
- Nuansa Penerimaan TOEFL ITP: Untuk program Dalam Negeri, TOEFL ITP diterima secara luas. Namun, untuk program Luar Negeri pada jalur Umum/CPNS/PNS/TNI/POLRI, TOEFL ITP tidak berlaku dan wajib menggunakan TOEFL iBT (minimal 80 untuk S2, atau 94 untuk S3). Sertifikat TOEFL ITP (minimal skor 500) hanya diterima untuk tujuan luar negeri pada jalur Afirmasi khusus (seperti jalur Daerah Afirmasi, Prasejahtera, dan Penyandang Disabilitas). Sertifikat TOEFL ITP yang dilampirkan juga wajib diterbitkan oleh lembaga resmi penyelenggara TOEFL ITP di Indonesia.
- Perhitungan Masa Berlaku Sertifikat: Sertifikat TOEFL berlaku maksimal selama 2 tahun. Pada seleksi beasiswa seperti LPDP, masa berlaku 2 tahun ini dihitung mundur dari tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (contohnya terhitung hingga tanggal 22 September 2026 pada panduan LPDP SHARE 2026), bukan sekadar tanggal penyerahan berkas.
- Jalur Bebas Sertifikat Bahasa via LoA Unconditional: Sesuai ketentuan resmi LPDP, apabila pendaftar beasiswa (baik tujuan dalam negeri maupun luar negeri) sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi tujuan yang sesuai dengan ketentuan LPDP, maka pendaftar dibebaskan dari kewajiban mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
5. Tips Awal dan Hal Penting Sebelum Mengambil Tes
Sebelum mendaftar tes TOEFL, pastikan kamu menerapkan empat tips penting berikut agar persiapanmu tidak salah arah:
- Cek Persyaratan Spesifik Target Institusi: Pastikan apakah program studi atau jenis beasiswa yang kamu incar mewajibkan TOEFL iBT atau mengizinkan TOEFL ITP, terutama jika kamu berencana melanjutkan studi ke luar negeri.
- Pahami Sistem Penilaian dan Cara Konversi Skor: Kenali apakah target nilai kamu ditulis dalam skala baru (1–6), skala lama (0–120), atau skor TOEFL ITP (310–677) agar kamu bisa menyusun target belajar secara presisi.
- Perhatikan Ketentuan Masa Berlaku Sertifikat: Hitung tanggal pelaksanaan tes dengan cermat agar sertifikatmu masih berlaku sah hingga tanggal pengumuman hasil sanggah pendaftaran berjalan (maksimal berusia 2 tahun).
- Manfaatkan Jalur Bebas Sertifikat via LoA Unconditional: Jika kamu sudah diterima secara penuh (unconditional) di universitas tujuan unggulan, kamu bisa menghemat waktu dan biaya tes bahasa Inggris karena sertifikat tidak lagi diwajibkan dalam pendaftaran beasiswa LPDP.
6. Kesimpulan
Memahami TOEFL adalah langkah awal yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin mengejar pendidikan perguruan tinggi dan beasiswa. Dengan mengenal perbedaan format seperti TOEFL iBT, TOEFL ITP, dan TOEFL Essentials, serta memahami pembaruan sistem penilaian TOEFL iBT berbasis skala 1–6 yang selaras dengan CEFR, kamu bisa merencanakan strategi belajar dengan lebih matang.
Bagi kamu yang baru memulai dari nol, tidak perlu merasa gentar! Tetaplah konsisten, pahami syarat dari instansi tujuanmu, dan mulailah berlatih secara bertahap. Persiapan yang baik hari ini adalah kunci suksesmu menembus universitas dan beasiswa impian di masa depan!